Jalan-jalan yang tiap jengkalnya penuh makna, terbingkai dengan sinematografi nan elok–jalanan Jakarta yang barbar jadi terasa puitis. Ine Febriyanti hadirkan akting yang amat berkelas, beri nyawa pada karakter Nay sekaligus hidupkan monolognya. Kita ikut marah dan sesak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s