Short Review ‘The Boy’

‘The Boy’ menawarkan premis dan misteri yang menarik, menunggu untuk ditebak-tebak dan dibongkar, didukung penampakan boneka yang creepy dan suasana rumah yang tidak mengenakan sekaligus membuat tak nyaman. Sayangnya, ‘The Boy’ seakan tak mampu memaksimalkan tiga poin menarik tersebut untuk menguatkan rasa cekam dan tingkatkan tensi ketegangan ke dalam filmnya. Menjanjikan di awal, berlanjut bikin ngantuk di tengah durasi dan menggelikan di penghujung film. Konsep ngehe-nya pun kemudian disia-siakan, Alhasil ‘The Boy’ hanya akan jadi film horor yang mudah untuk terlupakan begitu keluar dari bioskop, well kecuali wajah Brahms si boneka yang “lugu” itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s