Insidious The Last Key (2018)

Bikin bakwan jagung beda tangan beda rasa, apalagi bikin pelem horor, tak heran tatkala kursi penyutradaraan tidak lagi diduduki oleh James Wan (meski masih menjadi produser) seri INSIDIOUS kian menjauh dari kodratnya untuk menakuti penontonnya.

Adam Robitel adalah filmaker horor handal, gue menyukai debut film horornya ‘The Taking of Deborah Logan’ yang amat mengerikan itu, tetapi di ‘The Last Key’ kemampuannya untuk membangun horor dan menakuti membuat gue kecewa.

Gue akui ‘The Last Key’ punya sisi yang menarik jika kita lihat dari sudut pandang penceritaan, berfokus pada karakter Elise Rainer, tapi begitu gue balik menengok ke sisi horornya, Adam telah membuat ‘The Last Key’ justru kehilangan ke-insidious-annya.

‘The Last Key’ adalah seri INSIDIOUS yang menurut gue paling sukses, sukses bikin gue diam tak ngomong anjing sepanjang durasi. Rasa ngeri telah menguap begitu si muka lubang kunci muncul dan formula horor di ‘The Last Key’ tak seefektif dua film pendahulunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star