Insya Allah Sah (2017)

Ada yang lebih menjengkelkan ketimbang lawakan tidak lucu yang disodorkan “Insya Allah Sah”, yaitu datang ke bioskop dan membayar tiket untuk menonton film yang kualitasnya tak beda jauh dengan FTV. Setidaknya beri kita tontonan yang sepadan dengan harga 40 ribu, bukan malah memberikan komedi yang pola ceritanya sudah berulang kali hilir-mudik di televisi, well membosankan. Meski Titi Kamal mampu menyelamatkan film ini dari kehancuran total, sejak awal sulit untuk menyukai film yang dihadiri karakter-karakter yang membuat kita tidak peduli sama sekali dengan nasib mereka, termasuk si Raka yang mukanya bikin gue pengen nonjok tiap dia muncul.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s