It (2017)

“IT” menurut gue pribadi lebih menarik dan solid sebagai sebuah tontonan bertema coming-of-age, ketimbang horor. Tuturan cerita bernuansa kelamnya amat terasa membantu tak saja ketika Muschietti mulai perlahan merancang atmosfir cekam, tapi juga saat film ini ingin penontonnya peduli dengan nasib bocah-bocah kota Derry. Secara emosional nantinya kita akan diajak untuk terikat bersama Beverly Marsh dan kawan-kawan geng pecundang, ikut berada di pihak mereka ketika dibully, terlebih pada waktunya Pennywise menebar terornya. “IT” gue akuin punya kelebihan dalam bercerita, karena kebanyakan horor lebih memilih untuk fokus pada bagaimana membuat penonton melompat dari kursinya. Gue enggak bilang “IT” tampil buruk dalam hal menakuti-nakuti, opening di selokan itu benar-benar luar biasa mengerikan. Sayangnya, kian menuju akhir, trik demi trik yang ditebarkan Pennywise terasa melelahkan dan menjemukkan, tidak lagi menakutkan seperti di separuh awal. Setidaknya kehadiran Pennywise versi baru ini tahu bagaimana menciptakan mimpi buruk bagi penonton (anak-anak).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s