Jailangkung (2017)

Seram dan tidak seram itu memang relatif, “Jailangkung” sukses menakuti bocah-bocah yang duduk di sebelah gue, sedangkan gue hanya bisa memaki dalam hati. Alih-alih menyeramkan atau menakutkan, dan menyenangkan, “Jailangkung” justru dipenuhi penampakan instan yang menyebalkan, karakter-karakter yang menjengkelkan dan penceritaan yang memuakkan. Ada film horor yang murni sengaja dibuat untuk terlihat dungu, ada pula film horor yang tak sadar sudah membodohi penontonnya demi mengemis jerit, “Jailangkung” masuk kategori yang kedua. Sebuah tontonan horor yang menyiksa sekaligus ujian untuk menahan amarah selama 90 menit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s