The Autopsy of Jane Doe (2016)

Premis sederhana yang dikembangkan oleh si pembuat Trollhunter menjadi mimpi buruk berdurasi satu setengah jam. Andre Ovredal tak sekedar ciptakan suasana mencekam tatkala Emile Hirsch dan Brian Cox mulai membedah si mayat perempuan yang misterius, pertanyaan pun sengaja ditumpuk berlapis-lapis seperti wafer tango untuk langsung merangsang rasa penasaran kita. Sambil menjawab segala tanda tanya tanpa terburu-buru, Andre juga melepas satu-persatu kengerian yang tersimpan di balik setiap jengkal kulit Jane Doe yang berwarna putih pucat tersebut. Andre tahu benar bagaimana jabarkan kata M-E-N-A-K-U-T-K-A-N tanpa rasa belas kasihan ke penontonnya, kita dibuat terasa terkurung di ruang bawah tanah, dibiarkan “tersiksa” lewati setiap kengerian dan ketegangan di The Autopsy of Jane Doe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s