Preman Pensiun (2019)

“Enggak bagus” — komentar bokap gue selesai menonton semalam. Sebagai penonton setia serial televisinya, bokap tampaknya cukup kecewa dengan versi layar gedenya, sedikit tertawa dan lebih banyak terdiam. Pas adegan berantem di awal aja bokap terlihat seneng dan bilang ke gue “keren!” gitu katanya. Sedang klo anaknya cukup menyukai, selain karena koreografi aksi yang edan, jarang-jarang ada film Indonesia bertemakan komedi yang keluar dari zona aman dan berani menyelupkan rasa kelam ke dalam penceritaan. ‘Preman Pensiun’ cukup berhasil melebur “gelap”-nya dunia “bisnis bagus yang tidak baik” dengan segala intrik-menggelitik di kehidupan sehari-hari karakter-karakternya dalam film, yang memang dikondisikan untuk mengundang kita tertawa, khususnya duo Murad dan Pipit. Sebagai bekas anak buah Kang Mus yang sekarang beralih propesi jadi tukang pecel lele, ‘Preman Pensiun’ sudah berikan hiburan dengan berbagai rasa, dari seru hingga haru. Semoga ada kelanjutan, ada sekuelnya. Salam olahraga!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star